Kisah haru asal-usul kunang-kunang
Kisah ini
terjadi sudah sangat lama sekali, di pinggiran sebidang hutan yang luas
bermukim satu keluarga petani, seorang petani dan istrinya. Mereka
adalah orang-orang yang baik hati juga rajin. Maka itu, dalam sekian
tahun ini mereka tidak pernah kekurangan sandang pangan, selalu dalam
kehidupan tanpa rasa khawatir sedikit pun, tetapi dalam hidup mereka
selalu merasakan seperti kekurangan sesuatu, membuat mereka merasa hati
kurang mantap. Ternyata, mereka sampai saat itu masih belum mempunyai
satu orang anak pun. Cita-cita mereka yang paling besar saat itu adalah
mempunyai seorang anak, supaya bisa mencurahkan seluruh hatinya untuk
mencintai si kecil ini.
Pada malam hari
itu juga, sewaktu dua orang tua itu sedang siap tidur. Mereka berdua
sama seperti biasanya berkata pada diri sendiri: "Hai, bila kami bisa
mempunyai seorang anak yang bisa bernyanyi, berlompat-lompat alangkah
baiknya! Kami begitu ingin mempunyai seorang anak." Ketika mereka dengan
suara rendah meracau, tiba-tiba di dekat rumah mereka muncul sebuah
sorotan cahaya yang aneh, sinar cahaya ini menerangi seluruh hutan.
Pemandangan ini membuat mereka tercengang, seumur hidup mereka tinggal
di sini tidak pernah melihat fenomena tersebut. "Wah, apa yang terjadi?"
Lalu mereka
memutuskan untuk keluar rumah melihat apa sesungguhnya yang terjadi.
Ketika menelusuri cahaya tersebut, dengan cepat ketahuan di tengah
cahaya cemerlang berdiri seorang gadis kecil yang cantik. Si gadis ini
sungguh cantik sekali, ia mengenakan setelan rok dan blus berwarna putih
dan bersih, wajahnya bagaikan rembulan terang yang jernih dan bersinar.
Di bawah selubung sinar bintang dan bulan, seluruh tubuh memancarkan
cahaya putih perak. Sepasang suami-istri lansia ini tidak pernah menemui
gadis secantik ini, sungguh tidak berani mempercayai mata diri
sendiri!.
Tiba-tiba
melihat si gadis itu berjalan perlahan-lahan hingga di depan mereka,
dengan suara lembut berkata: "Saya adalah putri dari dewi surga. Saya di
surga bisa melihat kehidupan kalian sehari-hari, saya tahu kalian
sedang berbuat apa dan memikirkan apa saja. Saya tahu kalian adalah
orang yang baik hati, jujur dan rajin, hanya keinginan mempunyai anak
sudah sedemikian lama belum bisa terwujud. Saya terharu oleh ketulusan
hati kalian, dengan diam-diam saya meninggalkan surga ingin menjadi
putri kalian untuk satu jangka waktu." Petani tua dan istri setelah
mendengarnya, masih belum percaya. "Ini apakah benar? Cita-cita kami
ingin mempunyai seorang anak apakah benar telah tercapai? Lagi pula
adalah seorang gadis dari surga yang begitu cantik dan menakjubkan.
Apakah bukan mata sudah kabur?"
Saat itu si
dewi kecil lebih mendekat lagi, "Ini benar, mata Anda tidak kabur,
sekarang mari kita bersama-sama pulang." Si petani dan istri setelah
mendengar perkataan dewi kecil luar biasa senangnya. Mereka dengan riang
gembira membawa dewi kecil pulang. Sejak itu, istri petani setiap hari
menyiapkan makanan yang lezat untuk dewi kecil, juga sering menjahit
pakaian bercorak yang cantik untuknya. Mereka bersama-sama bermain dan
bernyanyi. Setiap malam, istri petani duduk di samping ranjang dewi
kecil membacakan buku dan menceritakan banyak dongengan yang menarik,
sampai dewi kecil tertidur.
Siang hari
mereka menanam bunga di taman bunga, saat musim semi tiba, taman bunga
penuh dengan bunga segar yang indah cemerlang. Sejak itu, dewi kecil,
petani dan istrinya hidup bahagia bersama melewatkan hari-hari dengan
penuh gembira dan bahagia. Karena dewi kecil cerdas dan manis, hatinya
sangat baik dan jujur, oleh sebab itu orang-orang yang tinggal di
sekitarnya sangat menyukainya, terutama anak-anak semuanya senang
berteman dengannya. Anak-anak mengajarkan dia nyanyian dan dendang, dan
dia menyanyikan lagu-lagu yang merdu dari atas langit sana, juga
menceritakan kepada mereka keajaiban dan keindahan langit. Karena
ketulusan dan kebaikan hatinya, terhadap siapa pun dia selalu sangat
baik, juga suka menolong siapa saja yang ditemuinya.
Hal itu
berlangsung selama beberapa tahun. Hingga pada suatu hari, petani dan
istrinya tiba-tiba menemukan setiap malam hari tiba, dewi kecil menjadi
sangat diam. Dia selalu seorang diri duduk di undakan depan rumah
menengadah langit malam. Petani dan istrinya sangat mengkhawatirkannya.
Akhirnya pada suatu hari, dia berkata pada petani dan istrinya,
"Beberapa tahun ini saya hidup bersama kalian merasa sangat gembira,
tapi itu di luar sepengetahuan ibuku. Saya dari surga diam-diam turun
kemari, hal ini di atas langit adalah tidak diperbolehkan. Sekarang ibu
telah menemukan saya, saya sudah tidak bisa bersama kalian lagi, besok
ibu akan menjemput saya pulang ke rumah di atas langit."
Petani dan
istrinya sepertinya sudah menduga semuanya ini: Si dewi kecil adalah
dewi, mana mungkin selamanya hidup bersama mereka? Tetapi begitu
mendengar dewi kecil akan meninggalkan mereka, sungguh tidak tega
melepaskannya, merasa datangnya terlalu dini, terlalu cepat! Mereka
bertiga sama-sama merasa sangat sedih.
Dua hari
kemudian bulan muncul di langit yang gelap, cahaya sinar berwarna putih
perak bagaikan jembatan langit dari surga lurus menembus ke bawah,
langsung menuju rumah kecil yang ditinggali dewi kecil. Si dewi kecil
kaget terbangun oleh cahaya terang tersebut, dia memandang ke luar
jendela mengikuti arah cahaya, di tengah cahaya terlihat ada seorang
dewi perlahan-lahan turun ke bawah. Dewi kecil mengerti inilah saatnya
ibu membawa dia pulang ke surga. Dia lalu memegang tangan ibunya
bersama-sama terbang menuju ke "rumah" mereka yang sesungguhnya.
Karena dewi
kecil sangat mencintai petani dan istrinya, dia dengan berat hati
menjatuhkan selayang pandang yang terakhir ke bumi. Butiran air mata
gemerlapan di wajahnya, dia sangat mengharapkan mereka bisa mengetahui,
bahwa dia sangat mencintai mereka! Sebagian jiwanya telah menyatu
selamanya dengan mereka! Saat itu terjadilah keajaiban, air mata dewi
kecil seperti tumbuh sayap, berterbangan turun ke bawah. Mereka
memantulkan cahaya, tiba-tiba semua berubah menjadi kunang-kunang yang
indah. Dewi kecil mengetahui, mulai saat itu, setiap kali petani dan
istrinya melihat kunang-kunang berterbangan di sekitar rumah mereka,
bisa mengingatkan mereka betapa bahagianya masa-masa hidup bersama
dengan dirinya.
Dia berharap
kunang-kunang yang indah ini bisa membawakan keajaiban bagi kehidupan
semua orang. Inilah sebabnya mengapa orang sekarang setiap melihat
kunang-kunang, dalam hatinya bisa diliputi rasa cinta dan rasa
menakjubkan.






