Cerita campur - Usianya yang abru enam tahun ,tapi riri harus menghadapi tantangan yang begitu besar dalam kehidupannya sejak lahir, dia tidak pernah memiliki tempurung kepala dia bahkan sempat divonis dokter hanya mampu bertahan hidup selama satu minggu.
Waktu yang begitu cepat berlalu gadis kecil ini nyatanya masih bisa bertahan hidup ,namun riri sehari-harinya menghabiskan waktunya di kasur,untuk makan orangtua bocah itu harus selalu memblender nasi dan seluruh lauk bersamaan. Agen domino
Meski demikian pasangan kusyana dan titi ,warga desa sindang asih ,kabupaten ciamis,jawa barat sabar sekali untuk mengurus bocah tersebut harapan kesembuhan putri mereka mulai terwujud saat bupati purwakarta dedi mulyadi menyumbangi keluarga itu dengan janji akan membiayai perawatan.
Untuk tahap awal sia bersama bupati ciamis ling akan membawa riri ke rumah hasan sadikin (RSHS) bandung di rumah sakit tersebut akan dikonsultasi jenis penyakit apa yang sedang diderita oleh riri.
Jika kesimpulan tim dlokter RSHS menyatakan agar riri dirawat di rumah sakit luar negeri seperti singapura ,dedi menyatakan kesiapannya,dia ingin anak malang itu bisa hidup normal seperti anak-anak yang lainnya. Agen poker
Kami dari golkar siap jika harus menerbangkan riri ke singapura atau negara yang lainnya ,kami akan menanggungkan biaya bersama sama.
Dedi juga memuji ketabahan sang ibunda ,dia juga berjanji akan memenuhi kebutjuhan hidup keluarga itu selama setahun agar mereka bisa lebih fokus untuk mengurus riri.
Sementar aitu bupati cpiamis ling mengatakan kejadian medis yang dialami oleh riri sangat luar biasa,pemkab tidak bisa menangani sendiri.
Sang keluarga sangat bangga ketika ada yang ingin membantu kesusahan mereka dan ingin membantu sang anak yang sudah lama mempunyai penyakit yang tidak pernah diketahui,karena orangtua tidak memiliki uang. Bandarq







